Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Hadiri Penutupan Posko Mudik, BMKG Ungkap Cuaca Mudik dan Arus Balik Lebaran 2026 Relatif Kondusif

Senin, 30 Maret 2026 | Maret 30, 2026 WIB Last Updated 2026-03-30T15:53:50Z
Hadiri Penutupan Posko Mudik, BMKG Ungkap Cuaca Mudik dan Arus Balik Lebaran 2026 Relatif Kondusif. (Sumber: BMKG)

Jakarta, The Indonesian Time - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan perannya dalam mendukung kelancaran dan keselamatan Angkutan Lebaran 2026 melalui penyediaan informasi cuaca yang akurat, pemantauan atmosfer secara berkelanjutan, serta langkah mitigasi cuaca ekstrem di berbagai wilayah strategis. Hal tersebut disampaikan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam acara Penutupan Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2026 (1447 H) yang digelar di Ruang Mataram, Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (30/3/2026).

“BMKG harus bekerja terus dan menempatkan personel di titik-titik krusial di pelabuhan penyeberangan, terminal, bandara, dan juga di jalan tol,” ujar Faisal.

Ia menjelaskan bahwa kondisi cuaca selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026 secara umum berlangsung kondusif, meskipun masih berada dalam fase peralihan musim (pancaroba) yang berpotensi menimbulkan hujan disertai angin kencang di beberapa wilayah.

“Dari catatan kami, kondisi cuaca di periode mudik dan arus balik ini cukup kondusif meskipun masih dalam periode pancaroba. Jadi, masih ada potensi hujan yang disertai angin kencang di beberapa tempat,” jelas Faisal.

Sebagai upaya mitigasi cuaca ekstrem, BMKG juga melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di sejumlah wilayah strategis, meliputi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera Utara. Operasi ini bertujuan untuk mengurangi intensitas curah hujan serta meminimalkan potensi gangguan terhadap kelancaran arus mudik dan arus balik.

Dari aspek kelautan, BMKG mencatat tinggi gelombang laut secara umum berada pada kategori sedang, yakni berkisar antara 1 hingga 2 meter, sehingga masih relatif aman untuk aktivitas pelayaran. Namun demikian, dinamika atmosfer selama periode Lebaran turut dipengaruhi oleh keberadaan dua siklon tropis, yaitu Siklon Nuri di wilayah utara Papua dan Siklon Narel di Australia bagian utara.

Sementara itu, Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyampaikan apresiasi atas laporan yang komprehensif dari berbagai sektor, mulai dari darat, laut, udara, hingga kondisi lalu lintas. Menurutnya, penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 merupakan hasil kerja kolaboratif lintas sektor yang berjalan dengan baik.

“Alhamdulillah dapat berlangsung dengan lancar, aman, dan tertib berkat kerja sama serta koordinasi yang erat antar seluruh stakeholders,” tutur Dudy.

Lebih lanjut, Dudy melaporkan bahwa berdasarkan hasil pemantauan selama masa operasional Posko Angkutan Lebaran pada 13 hingga 29 Maret 2026 (17 hari), tercatat jumlah pergerakan masyarakat mencapai 147,55 juta orang, meningkat 2,53 persen dibandingkan hasil survei sebelumnya. Sementara itu, jumlah penumpang angkutan umum mencapai 23,54 juta orang atau naik 10,87 persen dibandingkan tahun lalu.

Meski demikian, capaian tersebut tetap menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan layanan ke depan, termasuk dalam aspek informasi cuaca. “Semoga keadaan ini dapat terus kita tingkatkan di masa mendatang. Lebaran ke depan akan semakin mendekati puncak musim hujan, harapannya kita juga dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik,” tegasnya.

Melalui penguatan layanan informasi cuaca, dukungan operasi mitigasi, serta koordinasi lintas sektor, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus mendukung keselamatan masyarakat dan kelancaran mobilitas nasional, khususnya pada periode Angkutan Lebaran.***
×
Berita Terbaru Update