Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Menteri Imipas Dorong Lounge Imigrasi jadi Etalase Produk Karya Warga Binaan

Jumat, 06 Maret 2026 | Maret 06, 2026 WIB Last Updated 2026-03-06T14:06:38Z
Menteri Imipas Dorong Lounge Imigrasi jadi Etalase Produk Karya Warga Binaan. (Sumber: Kemenimipas)

Bogor, The Indonesian Time - Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, terus mendorong optimalisasi pemasaran produk hasil karya Warga Binaan. Salah satu langkah strategis yang ditempuh yakni melalui peresmian Galeri Warga Binaan di Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I Non TPI Bogor, Rabu (4/3).

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agus menegaskan bahwa Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) telah memiliki Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai sarana pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan. Upaya tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap Asta Cita Presiden terutama dalam meningkatkan lapangan kerja dan memperkuat pembangunan sumber daya manusia. Meskipun demikian, dalam pelaksanaannya masih terdapat hambatan pemasaran yang harus diselesaikan dengan solusi komprehensif.

“Warga Binaan di semua Lapas dan Rutan itu ada BLK, Balai Latihan Kerja. Produknya macam-macam, hanya memang kelemahannya adalah pemasaran,” ujar Menteri Imipas.

Hingga saat ini, produk yang dihasilkan melalui BLK sangat bervariasi. Warga Binaan mampu membuat berbagai hasil karya mulai dari kerajinan tangan, garmen dan sablon kaos, produk makanan dan minuman, hingga hasil karya konstruksi seperti paving block dan pagar. Guna mengatasi tantangan pemasaran, Menteri Imipas mendorong sinergi antara Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan jajaran Imigrasi di seluruh Indonesia untuk membangun Galeri Warga Binaan di Lounge Imigrasi.

“Memang sudah ada yang bisa ekspor, sebagian masih (untuk) kebutuhan lokal. Saya minta kepada teman-teman di seluruh kantor Imigrasi, menyiapkan lounge yang memasarkan produk yang dihasilkan oleh Warga Binaan, termasuk yang ada di bandara,” imbuh Menteri Agus.

Pihaknya berharap langkah tersebut mampu memperluas akses pasar serta meningkatkan eksposur produk Warga Binaan kepada masyarakat luas, termasuk pengguna layanan keimigrasian dan penumpang di bandara. Ia menekankan bahwa kualitas produk yang dihasilkan Warga Binaan telah memenuhi standar yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Agus turut menegaskan bahwa penguatan BLK dan pemasaran produk Warga Binaan merupakan bagian dari strategi pembinaan berbasis usaha produktif. Pihaknya terus berupaya mendorong Warga Binaan untuk meningkatkan kualitas diri menjadi pribadi yang berdaya.

“Mudah-mudahan nanti akan terus bisa dikembangkan, sehingga mereka (Warga Binaan) memiliki kesempatan untuk etos kerja dan pada saat mereka kembali ke masyarakat, mereka tidak malas dan siap bekerja apapun. Sekarang dapet premi saja mereka mau kerja, apalagi nanti kalau mereka sudah kerja di luar, yang tentunya disesuaikan dengan UMR (Upah Minimum Regional). Pasti mereka akan lebih rajin," terangnya.

Melalui pembangunan Galeri Warga Binaan di Kantor Imigrasi, Kemenimipas terus berupaya mengembangkan pemasaran hasil karya Warga Binaan. Melalui atmosfer usaha produktif mulai dari hulu hingga hilir, Kemenimipas berkomitmen memberikan fasilitas kepada Warga Binaan untuk terus mengembangkan bakat dan potensinya. Sasaran utamanya adalah meningkatkan kualitas diri dan produktivitas Warga Binaan sehingga mampu berkontribusi terhadap lingkungannya pasca kembali di tengah-tengah masyarakat.***
×
Berita Terbaru Update