Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Rorotan Jadi Percontohan, Menteri LH: Asal Warga Mau Pilah Sampah, Beban TPA Pasti Turun

Jumat, 27 Maret 2026 | Maret 27, 2026 WIB Last Updated 2026-03-27T15:07:11Z
Rorotan Jadi Percontohan, Menteri LH: Asal Warga Mau Pilah Sampah, Beban TPA Pasti Turun. (Sumber: Kemen LH)

Jakarta, The Indonesian Time - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, meninjau langsung praktik pemilahan sampah rumah tangga di Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Kegiatan ini menegaskan pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya sebagai langkah utama untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.

Menteri Hanif menekankan bahwa pengelolaan sampah yang efektif harus dimulai dari rumah tangga. “Kita belum melihat pengelolaan sampah yang selesai 100 persen di kawasan perkotaan. Di Rorotan ini kita mencoba pola sederhana dan efisien, dimulai dari pemilahan di tingkat rumah tangga. Tekanan ke Bantargebang harus dikurangi. Kalau sampah organik bisa diselesaikan di rumah, beban TPA akan jauh berkurang.”

Menteri Hanif menambahkan, pemilahan sampah bukan sekadar memisahkan organik dan anorganik, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi dan lingkungan. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos atau bahan bakar alternatif, sementara sampah anorganik yang terpilah lebih mudah dikumpulkan dan diproses kembali.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Hanif juga meninjau Bank Sampah Unit (BSU) Koepoe-Koepoe dan Bio Reaktor Kompos di Kelurahan Rorotan. Kedua fasilitas ini menjadi contoh nyata penerapan pemilahan dan pengolahan sampah organik di tingkat lokal. Bank Sampah Koepoe-Koepoe mengelola sampah rumah tangga secara sistematis dan melibatkan partisipasi warga, sementara Bio Reaktor Kompos memproses sampah organik menjadi kompos berkualitas yang dapat dimanfaatkan untuk penghijauan dan kegiatan pertanian kota.

Selain itu, di RW 06, Kelurahan Rorotan, warga mulai menjalankan pemilahan sampah secara bertahap selama sebulan terakhir, dengan dukungan aktif dari kader RT dan RW. Lurah Rorotan, Ahmad Fitroh, mengatakan, “Upaya ini merupakan hasil kerja sama warga dan pemerintah setempat. Kami ingin menunjukkan kontribusi nyata masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga.”

Menteri Hanif juga mendorong warga untuk menerapkan kebiasaan sederhana lainnya, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memanfaatkan wadah makanan dan minum ulang, serta mendukung Bank Sampah atau program pengolahan sampah berbasis komunitas.

KLH/BPLH bersama Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara akan terus memonitor dan mengevaluasi implementasi program pilah sampah ini. Hasil evaluasi akan menjadi acuan untuk mendorong penerapan model serupa di kelurahan lain di DKI Jakarta maupun secara nasional. Program ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam membangun kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah dari rumah, memperkuat ekonomi sirkular, serta mendukung program nasional pengelolaan sampah dan ketahanan lingkungan.***
×
Berita Terbaru Update