Penguasaan Teknologi, Kunci Pengembangan Kawasan Industri Sumbar. (Sumber: Bappenas)
Jakarta, The Indonesian Time - Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan bahwa pengembangan kawasan industri di daerah harus bertumpu pada pemanfaatan optimal sumber daya alam (SDA), didukung kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta penguasaan teknologi.
Menteri Rachmat Pambudy menyoroti keunggulan komparatif yang dimiliki Sumatera, mulai dari kesuburan lahan, kandungan mineral, hingga kualitas SDM. Kombinasi tersebut menjadi modal kuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis nilai tambah.
“Tanah paling subur itu, mineralnya yang banyak dan baik ada di situ. Orang-orang yang terpintar juga ada di situ. Jadi kalau potensi sebesar itu tidak bisa dimanfaatkan untuk membantu pembangunan negara, maka perlu kita evaluasi bersama di mana letak permasalahannya,” ujar Menteri Rachmat Pambudy dalam pertemuan dengan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah di Gedung Bappenas, Jakarta, Kamis (16/4).
Menteri Rachmat Pambudy juga menyoroti pentingnya percepatan adopsi teknologi dalam pengolahan SDA. “Teknologi menjadi kunci dalam menciptakan nilai tambah dan meningkatkan daya saing industri nasional. Tanpa penguasaan teknologi, potensi SDA yang besar berisiko tidak memberikan manfaat ekonomi yang maksimal,” jelas Menteri Rachmat Pambudy.
Gubernur Mahyeldi menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan langkah strategis untuk mengembangkan kawasan industri berbasis SDA secara terintegrasi. Momentum ini akan mengawali langkah pengembangan kawasan menjadi kota baru berbasis industri yang didukung investasi dan kesiapan bahan baku. Kawasan industri yang direncanakan tersebut akan terhubung dengan infrastruktur pelabuhan, serta pengembangan sektor energi, termasuk potensi kerja sama dengan Bukit Asam.
Sementara itu, kesiapan infrastruktur dasar mulai menunjukkan perkembangan positif. Pelabuhan yang telah tersedia menjadi salah satu keunggulan utama dalam mendukung aktivitas logistik dan industri. Pemerintah daerah juga telah menjalin komunikasi dengan investor untuk pengembangan fasilitas refinery dan petrokimia. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menargetkan kawasan ini dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.***
