Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Lapas Palu Sukses Panen 125 Kg Jagung Manis dan 40 Kg Sawi

Selasa, 12 Mei 2026 | Mei 12, 2026 WIB Last Updated 2026-05-12T14:44:54Z
Lapas Palu Sukses Panen 125 Kg Jagung Manis dan 40 Kg Sawi. (Sumber: Ditjenpas)

Sulawesi Tengah, The Indonesian Time - Lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) milik Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palu kembali tunjukkan hasil produktif melalui keberhasilan panen jagung manis sebanyak 125 kilogram dan sayur sawi mencapai 40 kilogram, Selasa (12/5).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di lahan SAE Desa Langaleso dan dipimpin langsung oleh jajaran struktural Lapas Palu bersama petugas dan Warga Binaan yang bertugas mengelola area pertanian SAE.

Panen jagung manis ini menjadi salah satu bentuk keberhasilan program pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan Lapas Palu, khususnya di bidang pertanian dan ketahanan pangan. Dengan pendampingan petugas, kegiatan tersebut tidak hanya menghasilkan produk pertanian bernilai ekonomi, tetapi juga memberikan pengalaman dan keterampilan kerja bagi Warga Binaan.

Kepala Lapas Palu, Makmur, bersama jajaran struktural turut turun langsung ke lahan jagung memanen jagung bersama Warga Binaan. Jagung manis yang telah dipanen dikumpulkan dan dipersiapkan untuk dipasarkan di pasar tradisional, sedangkan sayur sawi akan didistribusikan ke dapur Lapas Palu sebagai bahan makanan Warga Binaan untuk memenuhi standar gizi. Hasil penjualan panen akan disetorkan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Lapas Palu, sebagian diberikan sebagai premi kepada Warga Binaan yang terlibat dalam kegiatan kerja di SAE.

Makmur menyampaikan kegiatan pertanian di SAE merupakan salah satu program unggulan pembinaan yang memiliki manfaat besar bagi Warga Binaan maupun institusi. Menurutnya, keterlibatan Warga Binaan dalam pengelolaan lahan produktif menjadi sarana pembelajaran sekaligus pembentukan karakter yang positif.

“Program SAE tidak hanya berfokus pada hasil panen, tetapi juga pada proses pembinaan Warga Binaan agar memiliki keterampilan dan etos kerja yang baik. Hasil panen yang dipasarkan juga memberikan kontribusi terhadap PNBP, sedangkan hasil panen sayuran akan dijadikan tambahan bahan makanan di dapur Lapas dan menjadi bentuk penghargaan bagi Warga Binaan melalui pemberian premi,” ungkap Makmur.

Salah seorang Warga Binaan, Iki, senang dapat berpartisipasi dalam pengelolaan lahan SAE. Ia merasa kegiatan pertanian memberikan pengalaman berharga.

“Kami merasa bangga karena hasil kerja kami tidak sia-sia. Selain menambah pengalaman, kegiatan ini juga membuat kami lebih termotivasi untuk terus belajar dan memperbaiki diri,” ujar Iki.

Kegiatan pertanian tersebut sejalan dengan upaya mendukung program ketahanan pangan nasional dan optimalisasi lahan produktif di lingkungan Pemasyarakatan. Dengan adanya kegiatan seperti ini, Warga Binaan diharapkan memiliki bekal keterampilan bermanfaat ketika kembali ke masyarakat nantinya. Ke depannya, Lapas Palu terus berkomitmen dalam menghadirkan program pembinaan produktif, bermanfaat, dan mampu mendukung kemandirian Warga Binaan secara berkelanjutan.***
×
Berita Terbaru Update