Pemerintah Pastikan Kesiapan Huntara, Penyaluran BLT dan KUR Pascabencana, hingga Penguatan Rantai Pasok. (Sumber: Kemenko Perekonomian)
Jakarta, The Indonesian Time - Masa tanggap darurat bencana alam di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kini telah beralih ke tahap pemulihan. Pemerintah fokus mendorong pemulihan pascabencana, khususnya pemulihan ekonomi masyarakat melalui berbagai program strategis, mulai dari penyediaan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap), bantuan sosial pascabencana, hingga instrumen pembiayaan untuk menggerakan roda perekonomian.
Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian Ferry Irawan, melakukan kunjungan lapangan untuk memastikan efektivitas program pemulihan tersebut, sekaligus mendorong penguatan rantai pasok komoditas unggulan daerah.
“Melalui integrasi distribusi ini, diharapkan hasil panen petani dapat menjangkau pasar yang lebih luas dengan biaya logistik yang lebih efisien. Langkah ini tidak hanya memberikan nilai tambah bagi petani, tetapi juga mendukung stabilitas distribusi pasokan antarwilayah,” ungkap Deputi Ferry Irawan.
Kunjungan diawali dengan kegiatan panen dan seremoni pelepasan pengiriman komoditas kentang dan alpukat dari Kabupaten Aceh Tengah ke DKI Jakarta dan Jawa Barat. Deputi Ferry Irawan mengapresiasi kolaborasi antara PT Pos Indonesia dan Rumah Tani Nusantara sebagai langkah konkret dalam mengoptimalkan peran BUMN logistik untuk menciptakan efisiensi distribusi dari hulu ke hilir.
Hingga saat ini, Rumah Tani Nusantara telah mendistribusikan sekitar 1.200 ton komoditas pertanian dari Aceh Tengah, antara lain cabai, kentang, durian, dan alpukat ke wilayah Jawa.
Selanjutnya dilakukan kunjungan bersama Bupati Bener Meriah ke lokasi huntara yang dibangun oleh Kementerian PU melalui BUMN Infrastruktur Waskita Karya di Desa Tunyang, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah. Huntara komunal sebanyak 228 unit hunian modular baja tersebut telah dilengkapi fasilitas umum seperti MCK dan Musala, serta fasilitas sosial seperti gedung serbaguna dan fasilitas bermain anak.
Bangunan huntara telah diserahterimakan kepada Pemkab Bener Meriah pada 9 Maret 2026. Bupati Bener Meriah menyampaikan apresiasi tinggi atas kinerja PT Waskita Karya yang telah menyelesaikan bangunan huntara dengan kualitas yang baik dan pengerjaan yang cepat.
Saat ini, huntara tersebut dihuni oleh 222 keluarga dengan total penduduk sekitar 1.400 jiwa. Para warga di huntara ini juga telah menerima BLT bencana yang terdiri atas bantuan isi hunian (huntara/huntap) sebesar Rp3.000.000/keluarga, stimulus dukungan ekonomi Rp5.000.000/keluarga, dan jaminan hidup (pengganti lauk) sebesar Rp15.000/hari/jiwa untuk tahap pertama. Penyaluran BLT Bencana melalui PT Pos Indonesia di Kabupaten Bener Meriah dilaporkan telah mencapai realisasi 99%.
Deputi Ferry Irawan menyampaikan bahwa pemerintah memberikan stimulus dukungan ekonomi agar warga terdampak dapat memulai kembali usahanya. Hal ini disambut positif oleh para warga terdampak, salah satunya Imran. Pedagang mie ayam bakso yang terdampak bencana ini menyampaikan terima kasih kepada pemerintah atas bantuan modal kerja yang diterimanya. Namun, Ia berharap bisa mendapatkan akses modal yang lebih besar untuk pengembangan usahanya.
Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung keberlangsungan dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui kebijakan relaksasi program Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Relaksasi tersebut meliputi restrukturisasi KUR berupa perpanjangan jangka waktu pembiayaan dan/atau suplesi, kemudahan administratif dalam proses restrukturisasi maupun pengajuan penyaluran KUR, serta suku bunga/marjin nol persen pada tahun 2026 dan tiga persen pada tahun 2027.
Dalam kunjungan kerja yang dilakukan, pemerintah bersama pihak terkait juga melaksanakan diskusi serta monitoring dan evaluasi (monev) terhadap debitur penerima fasilitas KUR pascabencana dari PT Bank Syariah Indonesia yang saat ini telah kembali melanjutkan usahanya secara bertahap.
Dalam diskusi bersama pemerintah daerah, Bupati Aceh Tengah dan Bupati Bener Meriah menyampaikan harapan agar seluruh penyalur KUR dapat terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah untuk mendorong percepatan penyaluran KUR sebagai upaya menggerakkan roda perekonomian daerah dan memperluas kesempatan usaha bagi masyarakat.
Hingga 30 April 2026, penyaluran KUR di Provinsi Aceh telah mencapai Rp1,01 triliun. Sementara itu, penyaluran KUR di Kabupaten Aceh Tengah tercatat sebesar Rp33,63 miliar dan di Kabupaten Bener Meriah tercatat sebesar Rp19,79 miliar. Capaian tersebut menunjukkan peran strategis program KUR dalam mendukung pemulihan ekonomi masyarakat dan menjaga keberlangsungan aktivitas usaha.
Deputi Ferry Irawan menyampaikan bahwa pemerintah berharap berbagai fasilitas dan kemudahan yang diberikan melalui program KUR ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para pelaku usaha untuk meningkatkan produktivitas, memperluas skala usaha, serta menciptakan lapangan kerja baru yang dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Kunjungan ini turut dihadiri Perwakilan Satgas Pasca bencana Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat Bidang PU, perwakilan PT Pos Indonesia, PT Bank Syariah Indonesia, PT Waskita Karya, PT Jaminan Pembiayaan Askrindo Syariah, BPJS Ketenagakerjaan, dan Rumah Tani Nusantara yang diterima langsung oleh Bupati Aceh Tengah dan Bupati Bener Meriah.***
