Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Waisak 2026, Menag Serukan Perdamaian Dunia dengan Bangun Cinta Kasih

Minggu, 31 Mei 2026 | Mei 31, 2026 WIB Last Updated 2026-06-01T23:02:45Z
Menag Nasaruddin Umar menyampaikan sambutan dalam acara Puncak Perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2026 di Candi Borobudur Magelang, Jawa Tengah. (Sumber: Kemenag)

Jawa Tengah, The Indonesian Time - Menteri Agama Nasaruddin menggaungkan pesan damai dan cinta kasih dalam Perayaan Waisak 2026 di pelataran Candi Borobudur. Menag menyerukan perdamaian kepada dunia yang sampai saat ini masih terjadi konflik, peperangan, dan kekerasan yang dipicu oleh egoisme kelompok, keserakahan, dan kebencian.

"Dalam memaknai perayaan Waisak ini, dari pelataran Candi Borobudur ini, mari kita serukan perdamaian kepada dunia," seru Menag pada Puncak Perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2026 di Candi Borobudur Magelang, Jawa Tengah, Minggu (31/5/2026).

Salah satu upaya mewujudkan perdamaian adalah menghilangkan kebencian. Mengutip pesan Sang Buddha dalam Kitab Suci Dhammapada, Menag mengingatkan hukum abadi peradaban: kebencian tidak akan pernah berakhir jika dibalas dengan kebencian.

"Kebencian hanya akan berakhir jika dibalas dengan cinta kasih. Inilah hukum abadi," kutip Menag.

Menag lalu menjelaskan Indeks Kerukunan Beragama (KUB) di Indonesia yang saat ini berada di angka yang sangat kokoh dan membanggakan, yakni stabil di atas 76,0. Angka tersebut merefleksikan bahwa secara makro, kohesi sosial dan toleransi antarumat beragama di Indonesia berada dalam kondisi yang sangat sehat.

"Perayaan Waisak di Borobudur hari ini adalah bukti empiris bahwa angka indeks yang tinggi itu adalah cerminan kesadaran batin bangsa Indonesia yang semakin inklusif, dewasa dan bijaksana," kata Menag.

Perayaan Waisak Nasional 2570 BE di Candi Borobudur kembali menegaskan posisi Indonesia sebagai teladan harmoni keberagaman dunia. Ribuan umat Buddha yang mengikuti rangkaian ibadah dan prosesi Waisak secara khidmat menjadi gambaran nyata bahwa perbedaan dapat dirajut menjadi kekuatan untuk membangun bangsa yang damai, rukun, dan sejahtera.***
×
Berita Terbaru Update