Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Selain Keroncong dan String Bass, Warga Binaan Lapas Tahuna Juga Mahir Buat Alat Musik Kolintang

Kamis, 16 Juli 2026 | Juli 16, 2026 WIB Last Updated 2026-07-16T16:21:53Z
Selain Keroncong dan String Bass, Warga Binaan Lapas Tahuna Juga Mahir Buat Alat Musik Kolintang. (Sumber: Ditjenpas)

Sulawesi Utara, The Indonesian Time - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tahuna terus kembangkan potensi dan keterampilan Warga Binaan melalui program pembinaan kemandirian. Kali ini, Warga Binaan berhasil membuat alat musik tradisional kolintang yang menambah deretan produk hasil pembinaan setelah sebelumnya memproduksi alat musik keroncong dan string bass, Kamis (16/7).

Kepala Lapas Tahuna, Yosef Leonard Sihombing, tinjau sekaligus coba memainkan kolintang yang dibuat Warga Binaan. Menurutnya, keterampilan tersebut menunjukkan perkembangan pembinaan kemandirian yang terus berjalan.

"Saat ini, Warga Binaan Lapas Tahuna sebelumnya sudah membuat alat musik seperti keroncong dan string bass dan sekarang melalui program pembinaan kemandirian, mereka sudah terampil hingga bisa membuat alat musik kolintang," ungkap Yosef.

Ia mengatakan hasil karya Warga Binaan akan dipasarkan melalui mitra usaha di Kabupaten Kepulauan Sangihe sebagai bagian dari pengembangan program pembinaan kemandirian.

"Nantinya alat-alat musik ini akan kita pasarkan melalui mitra-mitra usaha yang ada di Kepulauan Sangihe, dan tentunya akan terus kita kembangkan sebagaimana yang menjadi Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, yaitu meningkat UMKM, dan juga membekali keterampilan kepada Warga Binaan," tambahnya.

Yosef menegaskan pembinaan keterampilan akan terus diberikan, khususnya kepada Warga Binaan yang memiliki minat dan bakat di bidang pembuatan alat musik.

"Kami akan terus memberikan edukasi Pembinaan keterampilan terutama kepada mereka yang memiliki minat dan kemampuan dalam hal membuat alat-alat musik seperti ini," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Kegiatan Kerja, Widodo, mengungkapkan kolintang pertama yang dibuat Warga Binaan telah mendapat pesanan dari salah satu sekolah di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

"Saya sangat bersemangat untuk terus mendukung setiap potensi dan keahlian yang dimiliki oleh Warga Binaan Lapas Tahuna dalam pembuatan alat musik ini. Dan saat ini alat musik Kolintang yang perdana dibuat di Lapas Tahuna saat ini telah dipesan oleh salah satu sekolah yang ada di Sangihe," tuturnya.

Ia menambahkan meningkatnya minat masyarakat menjadi motivasi untuk terus menjaga kualitas produk, baik dari sisi bahan maupun proses pembuatannya.

Salah seorang Warga Binaan, YS, mengaku bangga karena hasil karyanya mendapat apresiasi dari masyarakat.

"Saya senang dan tidak menyangka alat musik yang saya buat bersama teman-teman Warga Binaan yang lain bisa memiliki banyak peminat terutama alat musik keroncong dan string bass, dan harapannya alat musik Kolintang ini juga bisa semakin bertambah peminatnya," ujarnya.

Lapas Tahuna kembangkan keterampilan Warga Binaan sekaligus buka peluang pemasaran produk hasil pembinaan. Diharapkan, program tersebut menjadi bekal bagi Warga Binaan untuk kembali produktif dan mandiri setelah kembali ke masyarakat.***
×
Berita Terbaru Update