Wamenkeu Suahasil Nazara Tekankan ASN Profesional Harus Berorientasi pada Hasil. (Sumber: Kemenkeu)
Jakarta, The Indonesian Time - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara, mendorong pentingnya aparatur sipil negara (ASN), khususnya para pengelola kepegawaian, untuk membangun birokrasi yang semakin profesional, adaptif, dan berorientasi pada hasil (end result). Hal tersebut disampaikan Wamenkeu Suahasil saat menghadiri Pelepasan Mahasiswa Pendidikan Ilmu Kepegawaian Badan Kepegawaian Negara (BKN) Jenjang Sarjana (S1) Angkatan XV, XVI dan Jenjang Magister (S2) Angkatan I di Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Wamenkeu Suahasil mengingatkan bahwa lulusan Pendidikan Ilmu Kepegawaian memiliki tanggung jawab strategis karena akan berperan dalam merekrut, membina, dan mengembangkan aparatur negara. Oleh sebab itu, setiap kebijakan kepegawaian harus diarahkan untuk menghasilkan birokrasi yang mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan mendukung tercapainya tujuan pembangunan nasional.
“Mindset dari kepegawaian adalah merekrut, membina, mengawasi, memakai uang rakyat, dan ada satu perspektif lagi, yaitu berorientasi kepada end result," jelas Wamenkeu.
Sebagai contoh transformasi yang berhasil, Wamenkeu mengangkat pengalaman Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan. Wamenkeu menjelaskan bahwa jumlah pegawai di DJPb tersebut berkurang hampir setengah dibandingkan saat pertama kali dibentuk sekitar dua dekade lalu. Namun, di saat yang sama, kapasitas pengelolaan APBN justru meningkat secara signifikan.
Menurutnya, keberhasilan tersebut didorong oleh perubahan pola pikir organisasi yang berfokus pada penyelesaian tugas dan peningkatan kualitas layanan, bukan pada penambahan jumlah pegawai. Pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu faktor penting yang memungkinkan peningkatan produktivitas birokrasi.
“Orientasinya bukan di jumlah pegawai. Semua urusan perbendaharaan harus dilakukan dengan tata kelola yang baik dan waktu yang tepat, sehingga mereka dari awal berpikir kalau gitu kita perlu dibantu oleh alat-alat yang lebih elektronik (digitalisasi),” imbuhnya.
Wamenkeu Suahasil menambahkan bahwa perkembangan teknologi akan terus mengubah cara kerja birokrasi, karenanya ASN dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi agar mampu bekerja berdampingan dengan teknologi dan memanfaatkan transformasi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Lebih lanjut, Wamenkeu menekankan bahwa profesionalisme ASN tercermin dari kemauan untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan sesuai dengan tantangan zaman.
“Profesional itu artinya Anda terus memikirkan kompetensi apa berikutnya yang harus saya kuasai. kompetensi apa yang harusnya saya miliki. Belajar apa lagi harusnya saya ini,” jelas Wamenkeu Suahasil.
Selain kompetensi, Wamenkeu menekankan pentingnya integritas sebagai fondasi birokrasi yang profesional. Ia mengajak para lulusan untuk selalu menjadikan hati nurani sebagai kompas dalam mengambil setiap keputusan serta menjalankan amanah yang diberikan negara.
Di akhir sambutannya, Wamenkeu Suahasil menyampaikan selamat kepada seluruh lulusan dan berpesan kepada semua lulusan untuk terus menjaga integritas dalam bekerja.
"Dimanapun Anda ditempatkan, bekerjalah dengan integritas yang tinggi, karena di bidang kepegawaian Anda akan memilih orang-orang yang akan menjalankan amanah. Bukan hanya diri Anda sendiri yang menjalankan amanah, tapi Anda akan memilih orang-orang membina, mengawasi orang-orang birokrasi, yang akan harus amanah menjalankan amanah uang rakyat cita-cita republik kita," pungkasnya.***
