Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kodaeral V Hadiri Konferensi Pers Pengungkapan Ekspor Ilegal 3,4 Ton Merkuri di Surabaya

Sabtu, 01 Agustus 2026 | Agustus 01, 2026 WIB Last Updated 2026-08-01T12:57:54Z
Kodaeral V Hadiri Konferensi Pers Pengungkapan Ekspor Ilegal 3,4 Ton Merkuri di Surabaya. (Sumber: Puspen TNI)

Surabaya, The Indonesian Time - Komandan Polisi Militer Komando Daerah TNI AL V (Danpom Kodaeral V) Kolonel Laut (PM) Andre Thomas Alexander, M.Tr.Opsla., dan Komandan KRI Salawaku-842 Mayor Laut (P) Prima Satriya Aji Surya mewakili Asops Dankodaeral V Didik Kusyanto, M.Tr.Hanla., menghadiri konferensi pers yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia terkait keberhasilan menggagalkan upaya ekspor ilegal sekitar 3,4 ton merkuri cair senilai kurang lebih Rp17,5 miliar di Terminal Petikemas Surabaya.

Kehadiran TNI AL dalam konferensi pers tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap sinergi antarinstansi dalam menjaga keamanan nasional, khususnya pengawasan terhadap potensi tindak pidana penyelundupan barang berbahaya melalui jalur laut. Kolaborasi antara TNI AL, Bea Cukai, Polri, dan instansi terkait menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat pengamanan wilayah perairan Indonesia serta mencegah kejahatan lintas negara.

Kepala Kanwil Bea Cukai Jawa Timur 1, Rusman Hadi, mengatakan bahwapengungkapan kasus ini merupakan hasil optimalisasi fungsi intelijen, analisis risiko, serta sinergi yang kuat dengan Polri dalam mengawasi lalu lintas barang ekspor.

"Keberhasilan ini menunjukkan komitmen Bea Cukai bersama Polri dalam mencegahpenyelundupan komoditas berisiko tinggi. Pengawasan yang kami lakukan tidak hanya bertujuan melindungi penerimaan negara, tetapi juga melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak peredaran merkuri yang tidak terkendali," ujar Rusman.

Komoditas merkuri diketahui merupakan bahan berbahaya yang penggunaannya diawasi secara ketat karena berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan manusia. Oleh karena itu, upaya pencegahan penyelundupan menjadi bagian penting dalam mendukung komitmen Indonesia terhadap pengendalian peredaran merkuri sesuai ketentuan nasional maupun konvensi internasional.

TNI AL menegaskan komitmennya untuk meningkatkan koordinasi dan kerja sama dengan seluruh aparat penegak hukum serta kementerian dan lembaga terkait dalam menjaga keamanan laut, mencegah penyelundupan, dan melindungi kepentingan nasional.

Melalui sinergi yang solid antarinstansi, diharapkan berbagai bentuk kejahatan lintas batas, termasuk penyelundupan barang berbahaya, dapat dicegah secara efektif guna mewujudkan keamanan laut yang kondusif dan mendukung penegakan hukum di wilayah yurisdiksi Indonesia.***
×
Berita Terbaru Update