Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Merah Putih Membentang di Malioboro, Jaga Semangat Persatuan di Yogyakarta

Sabtu, 15 Agustus 2026 | Agustus 15, 2026 WIB Last Updated 2026-08-16T14:51:37Z
Merah Putih Membentang di Malioboro, Jaga Semangat Persatuan di Yogyakarta. (Sumber: Pemkot Yogyakarta)

Yogyakarta, The Indonesian Time - Semangat kebangsaan dan persatuan kembali menggema di Kota Yogyakarta. Ratusan meter bendera merah putih dibentangkan dari Kawasan Tugu, kawasan Malioboro, hingga titik nol Jogja, Sabtu (15/8/2026).

Panjang bendera 481 meter memiliki filosofi tersendiri. Angka empat melambangkan empat penjuru mata angin, sedangkan angka 81 merujuk pada usia kemerdekaan Indonesia tahun ini.

Kegiatan ini melibatkan sekitar 1.000 orang yang terdiri dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat umum.

Acara ini delepas oleh oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, Ngarsa Dalem menyambut baik acara tersebut.

Menurutnya kegiatan semacam ini penting untuk menjaga keberadaan sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap Merah Putih, khususnya bagi generasi mendatang.

"Harapan saya, publik, generasi ke depan, lebih mempertahankan keberadaan dan kebanggaannya," ujarnya.

Hadir kesempatan Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo. Pihaknya pun menyampaikan apresiasi kepada Korem 072/Pamungkas beserta seluruh pihak yang telah menginisiasi dan mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurutnya, Merah Putih Malioboro bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk menguatkan rasa cinta tanah air dan memperkokoh persatuan masyarakat menjelang peringatan kemerdekaan Indonesia.

Hasto menegaskan bahwa pembentangan bendera sepanjang 481 meter yang melintasi kawasan Malioboro memiliki makna yang jauh lebih besar dibanding ukuran fisiknya.

Kegiatan tersebut menjadi pengingat akan perjuangan para pahlawan bangsa sekaligus simbol kecintaan terhadap Indonesia dan semangat persatuan yang harus terus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, Merah Putih adalah milik seluruh rakyat Indonesia tanpa memandang suku, agama, pekerjaan, pangkat, maupun latar belakang.

"Di bawah Sang Saka Merah Putih, seluruh masyarakat memiliki identitas yang sama sebagai bangsa Indonesia. Karena itu, penyelenggaraan kegiatan tersebut di Kota Yogyakarta memiliki makna yang sangat istimewa mengingat kota ini dikenal sebagai ruang perjumpaan berbagai kelompok masyarakat dari beragam daerah dan latar belakang," bebernya.

Ia menjelaskan, Malioboro setiap hari menjadi tempat bertemunya warga Jogja, wisatawan, pedagang, pekerja, seniman, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat dari berbagai daerah.

"Keberagaman yang hadir di kawasan ini menjadi gambaran nyata Indonesia yang majemuk. Melalui kegiatan Merah Putih Malioboro, seluruh unsur masyarakat dipersatukan dalam satu semangat yang sama, yakni semangat Merah Putih," imbuhnya.

Lebih lanjut, Hasto berharap semangat kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut tidak berhenti setelah acara selesai.

Dalam kesempatan tersebut, Hasto juga menyoroti keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan Merah Putih Malioboro, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, komunitas, hingga masyarakat umum.

"Kebersamaan ini adalah cerminan semangat Indonesia yang sesungguhnya, yakni semangat saling menghormati, saling membantu, dan berjalan bersama dalam menghadapi berbagai tantangan," imbuhnya.***
×
Berita Terbaru Update