Bapas Ambon Dukung Riset Akademis Disertasi Mahasiswa S3 Undip. (Sumber: Ditjenpas)
Ambon, The Indonesian Time - Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Ambon terus tunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan pembaharuan Sistem Pemasyarakatan. Pada Senin (14/9), Bapas Ambon sambut kunjungan mahasiswa S3 Ilmu Hukum Universitas Diponegoro, Anna Maria Salamor, terkait pengambilan data untuk penelitian disertasinya.
Dalam kunjungan tersebut, dua Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Bapas Ambon, yakni Milza Titaley dan Anugraeni Yasir, bertindak sebagai narasumber utama. Wawancara berfokus pada topik disertasi yang diangkat, yakni "Pembaharuan Kebijakan Pembinaan Narapidana tentang Perilaku Menyimpang di Lapas Perempuan Melalui Pendekatan Cognitive Behavior Therapy (CBT)".
Anugraeni menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan kepadanya untuk berkontribusi dalam riset akademis ini.
"Saya berterima kasih karena telah dipercayakan menjadi salah satu narasumber dalam penelitian. Ini merupakan kesempatan yang sangat menarik bagi kami untuk berbagi pandangan dan mendiskusikan penanganan Klien Pemasyarakatan, khususnya dari perpaduan perspektif psikologis dan hukum," ujarnya.
Sementara itu, Anna Maria Salamor menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapas Ambon atas keterbukaan dan transparansi selama proses penelitian.
"Terima kasih telah meluangkan waktu dan memberikan data, serta perspektif yang sangat kaya. Informasi dari lapangan ini menjadi fondasi penting bagi penyusunan disertasi saya," ungkapnya.
Terpisah, Kepala Bapas Ambon, Maria M. Nahak, memberikan apresiasi penuh atas terselenggaranya penelitian akademis ini di lingkungan Bapas Ambon.
"Integrasi antara pendekatan ilmiah seperti CBT dengan praktik pembimbingan di lapangan sangat krusial. Kami berharap hasil penelitian ini menjadi terobosan nyata dalam meningkatkan kualitas kinerja aparatur serta mengoptimalkan pelayanan dan rehabilitasi bagi Klien Pemasyarakatan, khususnya perempuan," ujarnya.
Sinergi antara praktisi Pemasyarakatan dan akademisi ini menegaskan inovasi pembimbingan tidak dapat berdiri sendiri tanpa pijakan riset yang kuat. Melalui pendekatan berbasis bukti, seperti CBT, Bapas Ambon optimistis Sistem Pemasyarakatan di Indonesia terus bertransformasi menuju arah yang lebih humanis, efektif, dan berkelanjutan.***
