BGN Lanjutkan Aktivasi SPPG 3T, Sejumlah Kepala Daerah Beri Apresiasi. (Sumber: BGN)
Aceh, The Indonesian Time - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan aktivasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta daerah dengan prevalensi stunting tinggi dan sangat tinggi.
Hal tersebut disampaikan Kepalal BGN Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, di hadapan sejumlah kepala daerah dalam agenda peresmian aktivasi SPPG wilayah 3T dan daerah dengan prevalensi stunting tinggi dan sangat tinggi secara serentak di 16 provinsi, yang mencakup wilayah Bali, Kalimantan, dan Sumatera. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara terpusat di Aceh Besar, Rabu (14/10).
Mas Dar menegaskan bahwa aktivasi SPPG di wilayah prioritas akan terus dilanjutkan. Menurutnya, perluasan layanan MBG harus memperhatikan kebutuhan masyarakat, khususnya peserta didik serta ibu hamil dan ibu menyusui di wilayah yang menghadapi tantangan geografis maupun persoalan gizi.
“Kami akan buka terus di wilayah-wilayah yang memang siswa-siswi dan juga tingkat ibu hamil menyusui membutuhkan, yaitu wilayah 3T, dan prevalensi stunting tinggi dan tinggi sekali, ini bukan yang terakhir kami akan teruskan,” tegas Mas Dar.
Dalam kesempatan tersebut, Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan program MBG. Ia juga mendorong para kepala daerah untuk berperan aktif dalam mengawasi pelaksanaan program di wilayah masing-masing serta memberikan rekomendasi kepada BGN guna mendukung penguatan tata kelola program.
Menurutnya, masukan dan rekomendasi dari kepala daerah dapat menjadi pertimbangan penting dalam menentukan langkah pengembangan layanan MBG agar pelaksanaannya semakin tepat sasaran.
“Rekomendasi dari kepala daerah menjadi salah satu acuan yang penting bagi kami,” ujar Mas Dar.
Dalam agenda tersebut, Mas Dar juga berdialog secara daring dengan sejumlah kepala daerah yang mengikuti kegiatan peresmian dari wilayah masing-masing. Dialog ini menjadi ruang bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan masukan, aspirasi, serta kondisi di lapangan terkait pelaksanaan program MBG.
Sejumlah kepala daerah menyampaikan apresiasi terhadap kebijakan BGN di bawah kepemimpinan Sudaryono yang memprioritaskan aktivasi SPPG di wilayah 3T dan daerah dengan prevalensi stunting tinggi dan sangat tinggi.
Salah satu apresiasi disampaikan oleh Wakil Bupati Simalungun, Benny Gusman Sinaga. Ia mengungkapkan bahwa angka stunting di wilayahnya masih menjadi perhatian sehingga dukungan melalui aktivasi SPPG dinilai penting untuk memperluas akses pemenuhan gizi bagi masyarakat.
“Saya mewakili Pemerintahan Kabupaten Simalungun, mengucapkan sangat berterima kasih dan mengapresiasi atas peresmian SPPG 3T dan wilayah prevalensi stunting tinggi. Karena perlu diketahui bahwa angka stunting di Kabupaten Simalungun sangatlah tinggi, sebesar 24 persen. Dan kami sangat-sangat berterima kasih kembali karena diberi kesempatan untuk menurunkan angka stunting,” ungkapnya.
Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura. Ia menyambut baik penambahan SPPG di wilayahnya dan berharap perhatian terhadap daerah-daerah lain yang termasuk dalam kategori 3T dapat terus ditingkatkan agar pemerataan layanan MBG semakin luas.
“Saya ucapkan terima kasih yang sangat luar biasa, kita ada tambahan untuk saat ini ada 37 SPPG yang baru untuk daerah-daerah yang telah ditentukan. Kami mohon perhatiannya untuk daerah 3T lainnya,” ungkapnya.***
