Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Desa Gunung Putri Bangun Kemandirian Lewat Inovasi dan Kolaborasi

Senin, 05 Oktober 2026 | Oktober 05, 2026 WIB Last Updated 2026-10-06T21:20:49Z
Desa Gunung Putri Bangun Kemandirian Lewat Inovasi dan Kolaborasi. (Sumber: Istimewa)

Bogor, The Indonesian Time - Bupati Bogor, Rudy Susmanto menegaskan bahwa pembangunan daerah harus berangkat dari kebutuhan masyarakat dan dimulai dari tingkat desa. Menurutnya, pembangunan tidak dapat hanya dilakukan melalui pendekatan intervensi dari atas ke bawah, tetapi harus melibatkan pemerintah desa dan masyarakat dalam menentukan program yang sesuai dengan kebutuhan wilayah.

Demikian disampaikan Bupati Rudy pada kegiatan pemaparan dan wawancara calon juara penjaringan desa dan kelurahan berprestasi tingkat nasional tahun 2026, di Aula Desa Gunung Putri, Selasa (6/10).

“Program-program yang harus dibangun adalah program-program yang memang dibutuhkan oleh masyarakat. Program tersebut harus berangkat dari desa,” ujar Rudy.

Rudy mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bogor terus memperkuat pembangunan di tingkat desa melalui dukungan anggaran dan kebijakan. Pada 2026, Pemkab Bogor telah merealisasikan bantuan keuangan infrastruktur sebesar Rp1,5 miliar untuk setiap desa. Bantuan tersebut diberikan di luar Dana Desa dan Bantuan Keuangan untuk Infrastruktur Desa (BHPRD).

Menurut Rudy, Desa Gunung Putri menjadi salah satu contoh bagaimana pembangunan desa dapat dilakukan melalui inovasi dan kolaborasi. Pemerintah desa bersama masyarakat dinilai mampu mengembangkan berbagai program yang menyesuaikan dengan karakteristik wilayah dan kebutuhan masyarakat.

“Beliau beserta seluruh jajaran Pemerintah Desa Gunung Putri membangun Desa Gunung Putri bukan hanya dengan tenaga, bukan hanya dengan waktu, dan bukan hanya dengan pikiran. Beliau membangun Desa Gunung Putri dengan hati,” kata Rudy.

Ia menilai berbagai program yang dikembangkan Desa Gunung Putri dapat menjadi inspirasi bagi desa lainnya, khususnya dalam membangun kemandirian dengan mengoptimalkan potensi yang dimiliki.

“Program-program yang ada di Desa Gunung Putri akan kami duplikasi menjadi program di 416 desa dan 19 kelurahan se-Kabupaten Bogor,” tegasnya.

Rudy berharap keberhasilan Desa Gunung Putri dapat mendorong desa-desa lain untuk terus berinovasi dan menghadirkan pembangunan yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

“Dari Bogor kita membangun bangsa Indonesia. Jaga Desa Gunung Putri, jaga Bogor, jaga Jawa Barat, jaga Indonesia,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Gunung Putri, Daman Huri mengatakan, pemerintah desa terus membangun kemandirian melalui pengembangan inovasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Dengan luas wilayah 2,99 kilometer persegi dan jumlah penduduk mencapai 20.078 jiwa, Desa Gunung Putri mengusung konsep Smart Village untuk memperkuat tata kelola pemerintahan dan pelayanan masyarakat.

Konsep tersebut diwujudkan melalui digitalisasi pemerintahan, pengelolaan keuangan secara nontunai, serta pengembangan Data Desa Presisi bersama IPB University. Sejak 2019, sekitar 80 persen perangkat dan staf desa juga berasal dari generasi muda untuk mendukung percepatan pembangunan dan pelayanan.

Di bidang ekonomi, Desa Gunung Putri mengembangkan konsep segitiga emas yang meliputi Setu Gunung Putri, potensi gunung atau bukit, serta ketahanan pangan. Potensi tersebut dikembangkan melalui kolaborasi antara BUMDes, Gunung Putri Network (GPNet), koperasi desa, dan pelaku UMKM.

Sebanyak 17 UMKM telah naik kelas. Pada saat yang sama, Pendapatan Asli Desa (PADes) meningkat dari Rp15 juta pada 2021 menjadi Rp200 juta pada 2026.

“Pembangunan jangan hanya menghasilkan pembangunan fisik, tetapi bagaimana pembangunan itu bisa menciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat,” ujar Daman Huri.

Kemandirian desa juga diperkuat melalui inovasi di bidang keamanan, kebencanaan, dan lingkungan. Desa Gunung Putri memiliki 56 Linmas, 64 titik CCTV aktif selama 24 jam, smart pole untuk layanan kedaruratan, Desa Tangguh Bencana, serta Relawan Pemadam Kebakaran.

Di bidang lingkungan, terdapat 14 Kampung Ramah Lingkungan dan 24 unit bank sampah. Pemerintah desa juga mengembangkan pengolahan sampah organik menggunakan maggot atau Black Soldier Fly (BSF).

Berbagai program pemberdayaan masyarakat turut dikembangkan melalui pelatihan keterampilan, pengembangan UMKM, perpustakaan digital, Posyandu, pelestarian budaya, hingga program pengentasan kemiskinan dan percepatan penurunan stunting.

Kepala DPMD Provinsi Jawa Barat Mochamad Ade Afriandi menilai berbagai inovasi tersebut merupakan bentuk respons Desa Gunung Putri dalam menghadapi karakter wilayah yang kompleks sebagai desa industri sekaligus kawasan yang berkembang menuju perkotaan.

Menurut Ade, terdapat tiga aspek kualitatif yang menjadi keunggulan Desa Gunung Putri dalam penilaian kinerja desa, yakni kemampuan merespons persoalan lintas kewenangan, keterbukaan pemerintah desa terhadap aspirasi masyarakat, serta respons cepat terhadap keluhan warga.

Salah satu bentuk respons cepat tersebut diwujudkan melalui inovasi smart pole untuk mendukung layanan kedaruratan.

“Yang dihadapi Desa Gunung Putri ini bukan hal yang mudah, bukan hal yang ringan. Selain desanya menjadi desa industri, menjadi sebuah wilayah yang mendekati perkotaan, tantangan yang dihadapi menjadi tidak seringan desa-desa lainnya,” ujar Ade.

Desa Gunung Putri terpilih sebagai pinunjul katilu atau desa terbaik ketiga di Jawa Barat dan kemudian mewakili Jawa Barat dalam penilaian Desa/Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2026.

Seleksi dilakukan secara berjenjang mulai tingkat kecamatan dan kabupaten hingga tingkat provinsi yang melibatkan 5.311 desa di Jawa Barat. Hasil penilaian tingkat nasional dijadwalkan diumumkan pada akhir Oktober 2026.

Berbagai inovasi Desa Gunung Putri juga telah mengantarkan desa tersebut meraih sejumlah penghargaan tingkat nasional dan menjadi tujuan studi tiru bagi 2.902 desa dari 20 provinsi di Indonesia, serta kunjungan dari Malaysia dan Afghanistan.

Ke depan, Pemerintah Desa Gunung Putri akan mengembangkan Kampung Urban Pajajaran sebagai kawasan tematik sekaligus destinasi wisata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Selanjutnya, Kepala Desa Gunung Putri, Daman Huri menegaskan, pembangunan desa membutuhkan keberanian untuk berpikir out of the box, mengoptimalkan sumber daya yang tersedia, serta memperkuat kolaborasi.

“Jalan dulu, nanti ketemu jalan. Jangan jadi Superman, tetapi harus menjadi super team,” tegasnya.

Melalui inovasi dan kolaborasi, Desa Gunung Putri terus membangun kemandirian dengan mengembangkan potensi lokal, memperkuat pelayanan publik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.***
×
Berita Terbaru Update