Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kemenpora Siapkan Pemuda Jadi Agen Perubahan Daerah Menuju Indonesia Emas 2045

Sabtu, 17 Oktober 2026 | Oktober 17, 2026 WIB Last Updated 2026-10-17T13:08:21Z
Kemenpora Siapkan Pemuda Jadi Agen Perubahan Daerah Menuju Indonesia Emas 2045. (Sumber: Kemenpora)

Jakarta, The Indonesian Time - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) menyiapkan generasi muda agar tak hanya menjadi peserta program kepemudaan, tetapi juga tampil sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi bagi persoalan di daerahnya. 

Upaya ini dilakukan melalui Wirasena Youth Camp dan Indonesia Youth Summit 2026 sebagai bagian dari pembangunan karakter pemuda menuju 100 Tahun Sumpah Pemuda pada 2028.

Asisten Deputi Bina Kepemudaan Pusat dan Daerah Kemenpora, Andi Susanto, mengatakan kedua program tersebut merupakan implementasi Desain Besar Karakter Pemuda Indonesia yang disiapkan sebagai arah kebijakan pembangunan karakter pemuda periode 2026–2045.

Dalam paparannya di sesi Program Pembangunan Karakter Pemuda melalui Wirasena Youth Camp dan Indonesia Youth Summit, Andi menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, media, dan komunitas dalam membangun ekosistem kepemudaan.

"Keberhasilan program kepemudaan tidak cukup diukur dari jumlah peserta atau kegiatan yang terlaksana. Hal terpenting adalah dampak nyata yang dihasilkan bagi pemuda dan masyarakat," ujarnya pada Forum Nasional: Transformasi Kebijakan Kepemudaan dan Keolahragaan di Hotel Pullman Jakarta, Kamis (15/10).

Menurutnya, Wirasena Youth Camp 2026 dirancang sebagai program pengembangan karakter bagi pemuda terpilih dari berbagai provinsi. Kegiatan ini berlangsung selama 11 hari (21-28 Oktober 2026) Taman Ismail Marzuki, Jakarta dengan delapan hari pembelajaran yang dirancang berdasarkan kurikulum Desain Besar Karakter Pemuda Indonesia.

"Peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga didorong mengidentifikasi persoalan di daerah masing-masing dan merancang proyek perubahan yang dapat ditindaklanjuti setelah program selesai," tutur Andi.

Pembelajaran dibagi dalam empat fase, yakni harmoni diri, harmoni dengan sesama, harmoni dengan Tuhan dan lingkungan, serta kontribusi nyata bagi Indonesia.

"Peserta juga diarahkan mengembangkan proyek berdasarkan tiga tema, yaitu kewirausahaan, dampak sosial dan keberlanjutan, serta digital dan kreatif. Bentuk hasilnya dapat berupa prototipe bisnis, rencana intervensi masyarakat, maupun kampanye digital untuk menjawab persoalan yang dihadapi," jelasnya.

Kemenpora berharap para alumni dapat menjadi mitra pemerintah daerah dalam menjalankan program kepemudaan sekaligus membawa gagasan dan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Rangkaian program dilanjutkan melalui Indonesia Youth Summit pada 29–30 Oktober 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Kegiatan ini ditargetkan melibatkan sekitar 5.000 peserta dari kalangan pemuda dan pemangku kepentingan.

"Indonesia Youth Summit menjadi ruang konsolidasi gagasan, pertukaran pengalaman, dan pembahasan kebijakan lintas sektor untuk memperkuat pembangunan karakter pemuda. Forum tersebut juga dirancang mempertemukan generasi muda dengan para pengambil kebijakan melalui diskusi, forum utama, serta berbagai kegiatan pendukung," ucap Andi.

Kedua program ini menjadi bagian dari persiapan menuju satu abad Sumpah Pemuda pada 2028. Kemenpora berharap sinergi pusat dan daerah dapat memastikan pembangunan karakter tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut menjadi gerakan yang berdampak bagi masyarakat.

"Melalui pendekatan tersebut, pemuda diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang patriotik, tangguh, berempati, mampu berkolaborasi, dan berani mengambil peran dalam menjawab tantangan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045," pungkasnya.***
×
Berita Terbaru Update