Menteri PPPA Ajak Santri Berpartisipasi Aktif dalam Pembangunan Bangsa. (Sumber: Kemen PPPA)
Jawa Timur, The Indonesian Time - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi mengajak para santri untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan bangsa. Ajakan tersebut disampaikan dalam rangkaian Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Pondok Pesantren Mojosari, Nganjuk. Menteri PPPA menekankan santri memiliki peran strategis sebagai generasi penerus yang akan melanjutkan semangat perjuangan para pahlawan, ulama, dan kiai dalam mengisi kemerdekaan Republik Indonesia.
“Ada tiga pesan yang saya sampaikan dalam peringatan Hari Santri ini. Pertama, momentum ini menjadi pengingat bagi kita semua, khususnya anak-anakku para santri untuk mengenang dan meneladani apa yang telah dilakukan para pahlawan, ulama, kiai, dan santri dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia. Semangat perjuangan ini harus dilanjutkan oleh anak-anakku semua dengan mengisi pembangunan dan berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia,” ujar Menteri PPPA (25/10).
Menteri PPPA menegaskan santri merupakan bagian penting dari kekuatan bangsa yang memiliki potensi untuk berkontribusi dalam pembangunan. Untuk itu, anak perlu didorong agar tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia, integritas, dan budi pekerti sebagai bekal menghadapi tantangan zaman. Masa pendidikan di pesantren menjadi kesempatan bagi santri untuk memperkuat ilmu, kedisiplinan, dan karakter yang dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kalian harus bangga menjadi santri karena santri adalah salah satu jangkar bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia bukan hanya membutuhkan generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga generasi yang berakhlak mulia, mempunyai integritas, dan berbudi pekerti. Ini fondasi untuk generasi yang akan datang,” tegas Menteri PPPA.
Dalam upaya mendukung anak agar tumbuh menjadi generasi yang berdaya dan mampu berpartisipasi dalam pembangunan, Menteri PPPA mengingatkan pentingnya peran orang tua, guru, dan pengasuh pesantren dalam membangun fondasi karakter anak sejak dini.
Pendampingan yang kuat diperlukan agar anak mampu menghadapi berbagai tantangan perubahan zaman, termasuk dampak penggunaan teknologi digital tanpa kehilangan nilai agama, akhlak, dan budi pekerti. Oleh karenanya, Menteri PPPA mengajak keluarga, lingkungan pendidikan, pemerintah, dan masyarakat bekerja sama menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.
Merespon hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendukung pendidikan dan mempersiapkan masa depan anak. Ia membagikan pengalamannya semasa kecil ketika sang ayah memilih berhenti merokok dan mengalihkan anggaran untuk membeli rokok menjadi biaya membeli buku agar dirinya dapat belajar dan memperluas wawasan, meskipun tumbuh di kampung dengan keterbatasan fasilitas.
“Dahulu ayah saya itu merokok terus berhenti dan mengalokasikan anggaran belanja rokok dibelikan buku buat saya. Orang tua saya mengajarkan saya banyak membaca sehingga saya tahu dunia luar,” ujar Menko Pangan dalam menegaskan pentingnya peran orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Menko Pangan mengajak para santri untuk memanfaatkan kesempatan menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh demi meraih masa depan yang lebih baik. Pemerintah berkomitmen mendukung tumbuh kembang anak melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kualitas program ini akan terus ditingkatkan dan cakupannya diperluas, termasuk ke pondok pesantren lainnya agar semakin banyak anak dapat merasakan manfaatnya.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri PPPA bersama Menko PMK turut meninjau lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nganjuk Loceret Ngepeh 2 yang melayani program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi para santri. Peninjauan dilakukan untuk memastikan proses penyiapan hingga penyajian makanan berjalan sesuai standar kebersihan dan kualitas gizi, sehingga anak-anak memperoleh asupan yang aman dan bergizi.***
