Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Revitalisasi Ratusan Sekolah di Bali Beri Dampak Ekonomi

Jumat, 02 Oktober 2026 | Oktober 02, 2026 WIB Last Updated 2026-10-02T15:07:52Z
Revitalisasi Ratusan Sekolah di Bali Beri Dampak Ekonomi. (Sumber: Kemendikdasmen)

Bali, The Indonesian Time - Ruang kelas yang pernah roboh dan bangunan sekolah yang dua kali setahun terendam banjir menjadi bagian dari cerita dua satuan pendidikan di Bali sebelum mendapatkan bantuan revitalisasi. Kini, perbaikan sarana dan prasarana menghadirkan ruang belajar yang lebih nyaman dan aman bagi guru maupun murid.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, dalam kunjungannya, mengatakan peningkatan program revitalisasi di Bali menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbaiki kualitas sarana pendidikan di berbagai daerah.

“Tahun 2025 terdapat 188 sekolah, kemudian pada 2026 ada peningkatan yang sangat signifikan untuk revitalisasi di Provinsi Bali. Untuk satuan pendidikan secara keseluruhan ada 401 sekolah,” ujar Abdul Mu’ti pada Jumat (2/10).

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menuturkan bahwa pelaksanaan revitalisasi juga memberikan dampak terhadap masyarakat di daerah melalui penyerapan tenaga kerja.

“Ini menunjukkan bahwa Revitalisasi Satuan Pendidikan tidak hanya berdampak pada peningkatan satuan pendidikan, tapi juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja di daerah,” tuturnya.

Sementara itu, perubahan tersebut salah satunya dirasakan oleh guru SD Negeri 15 Dangin Puri, Ni Gusti Ayu Trisna Dewi, mengatakan bahwa revitalisasi membawa perubahan nyata bagi sekolah tempatnya mengajar sejak 2019 dan baru mendapatkan program revitalisasi pada 2026.

Trisna menjelaskan bahwa sebelum direvitalisasi, salah satu ruang kelas di lantai tiga pernah roboh akibat kondisi bangunan yang terdampak hujan dan angin.

“Sebelum direvitalisasi, kebetulan di lantai 3 ada kelas yang roboh pada saat itu. Kebetulan mungkin hujan angin, jadi mungkin rembes dari atas, jadi roboh kelasnya,” ujar Trisna, di Kota Denpasar.

Nantinya setelah revitalisasi selesai semua, kondisi ruang kelas dan toilet tersebut menjadi lebih baik. Ruang belajar juga terlihat lebih rapi dan bersih sehingga mendukung kenyamanan murid selama mengikuti pembelajaran.

“Lalu setelah direvitalisasi, kelas yang roboh akhirnya sudah baik. Jadi kelas-kelas juga lebih rapi, lebih bersih juga,” katanya.

Menurut Trisna, perubahan lingkungan belajar turut memengaruhi semangat murid. Mereka bahkan berinisiatif menghias kelas dengan hasil karya sendiri.

“Dampaknya justru pastinya untuk proses belajar-mengajar pasti akan lebih bagus. Kelihatan kelasnya juga lebih bagus, lebih rapi. Anak-anak juga lebih semangat buat belajar, karena lingkungannya, tempat dia untuk proses belajar-mengajarnya jauh lebih rapi, lebih bersih,” tuturnya.

Semangat tersebut juga mendorong salah satu murid kelas V SDN 15 Dangin Puri yang bernama Kanaya, mengungkapkan bahwa ia semakin bersemangat dalam belajar. “Sekolah kami telah diperbaiki, kami merasa sangat senang, semakin semangat untuk belajar bersama teman-teman di sekolah, Terima kasih Bapak Presiden Prabowo dan Bapak Menteri Abdul Mu’ti,” ucapnya.

Berdiri Sejak 1975, Dua Kali Setahun Terendam Banjir 

Cerita berbeda datang dari TK Indraprasta Kuta yang berlokasi di Kabupaten Badung, Bali. Sekolah tersebut berdiri sejak 1975 dan kemudian dipindahkan ke lokasi sekarang pada 1989. Sebelum mendapatkan program revitalisasi tahun 2026, bangunan sekolah mengalami berbagai kerusakan. Atap bocor, dinding bangunan rapuh, serta kusen yang rusak akibat rayap dan banjir menjadi tantangan dalam penyelenggaraan pembelajaran.

Lebih lanjut, Kepala TK Indraprasta Kuta, Wayan Leniasih, mengatakan bangunan sekolah telah lama membutuhkan perbaikan. “Kondisi TK Indraprasta Kuta sebelum mendapatkan program revitalisasi tahun 2026, kondisinya sangat miris karena ini berdiri sejak tahun 1975, terus dipindahkan ke sini pada tahun 1989. Dari situlah bangunan kami tidak pernah direnovasi dan kondisinya banyak atap yang bocor, dinding juga sudah rapuh,” kata Wayan saat ditemui di Kabupaten Badung pada Jumat (2/10).

“Untuk TK Indraprasta Kuta mendapatkan rehabilitasi 6 ruang kelas, 1 ruang admin, 1 toilet, penataan taman bermain yang roboh dan diterjang banjir,” tambah Wayan.

Wayan mengungkapkan bahwa banjir yang terjadi dua kali dalam setahun turut memperburuk kondisi sekolah. “Kusen-kusen dimakan rayap setelah banjir. Dua kali setahun banjir sampai sebatas pinggang orang dewasa. Jadi banyak yang rusak sehingga solusinya pun belum ditemukan sampai saat ini,” ujarnya.

Wayan menambahkan perubahan yang terjadi di TK Indraprasta Kuta menjadi dorongan untuk menjaga fasilitas yang telah diperbaiki. “Kami berjanji akan menjaga dan merawat fasilitas ini yang sudah diberikan berupa rehab beserta perabotan-perabotannya. Kami di sini semua sepakat, semua berkomitmen untuk menjaga dan merawat,” lanjutnya.***
×
Berita Terbaru Update