Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tim Para Angkat Berat Indonesia Bangga Raih Medali Perak di Asian Para Games 2026

Sabtu, 24 Oktober 2026 | Oktober 24, 2026 WIB Last Updated 2026-10-24T15:37:38Z
Tim Para Angkat Berat Indonesia Bangga Raih Medali Perak di Asian Para Games 2026. (Sumber: Kemenpora)

Jepang, The Indonesian Time - Tim para angkat berat Indonesia berhasil menambah perolehan medali perak menjelang upacara penutupan Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang, Sabtu (24/10).

Medali perak tersebut diraih oleh trio lifter Ni Nengah Widiasih, Hilman, dan Abdul Hadi yang tampil di nomor mixed team Event. Langkah tim Indonesia untuk meraih medali emas harus kandas secara dramatis dari wakil Irak yang diperkuat Zahra Al-Obaidi, Muslim Al-Sudani, dan Mustafa Radhi.

Bertanding di Nagoya City Trade & Industry Center, Indonesia mengawali langkah dengan menempati peringkat keempat pada babak kualifikasi, yang sekaligus mengamankan tiket ke babak head-to-head. 

Pada babak tersebut, Indonesia secara mengejutkan sukses menumbangkan tim kuat China. Kemenangan ini dipastikan setelah salah satu lifter China, Yi Zou, gagal mengeksekusi angkatannya.

Partai final melawan Irak berlangsung menegangkan. Tiga lifter Merah Putih—Ni Nengah, Hilman, dan Hadi—tampil solid dan berhasil mengumpulkan total 377,31 poin.

Namun, Irak memastikan kemenangan pada momen-momen akhir. Lifter penutup Irak, Mustafa Radhi, sukses melakukan angkatan beban seberat 207 kg yang melambungkan total nilai Irak menjadi 378,99 poin, unggul tipis dari Indonesia.

Koordinator pelatih angkat berat Indonesia, Coni Ruswanta, mengapresiasi perjuangan para atlet yang tampil tanpa beban pada nomor ini.

"Kami sangat bersyukur. Hasil ini memang di luar dugaan. Anak-anak bermain lepas dan memberikan kemampuan terbaik mereka," ujar Coni seusai pertandingan.

"Ternyata kami bisa menembus babak final. Meskipun pada akhirnya lawan memang lebih kuat dan kami hanya berselisih satu poin, kami tetap bersyukur," lanjutnya.

Dengan tambahan medali dari nomor mixed team event, tim para angkat berat Indonesia menutup kiprah di Asian Para Games 2026 dengan perolehan keseluruhan 2 medali perak dan 5 perunggu. 

Coni menjelaskan bahwa evaluasi akan segera dilakukan guna mempersiapkan para lifter menghadapi kejuaraan kualifikasi Paralimpiade Los Angeles 2028 mendatang. Menurutnya, fokus utama tim pelatih adalah mengawal atlet yang berpeluang lolos ke Paralimpiade.

Ia menyebutkan beberapa nama lifter yang diproyeksikan masuk dalam kualifikasi Paralimpiade, di antaranya Ni Nengah Widiasih, Sriyanti, Siti Mahmudah, dan Sebrioni di sektor putri, serta Abdul Hadi di sektor putra.

Terkait agenda kejuaraan terdekat, Coni menyatakan tim Indonesia kemungkinan besar menepi dari ajang di Bahrain untuk menjaga kondisi fisik atlet.

"Event terdekat sebenarnya ada di Bahrain. Namun, kami tidak ingin mengambil risiko karena tim baru saja menyelesaikan kompetisi. Kami kemungkinan tidak berangkat," ungkap Coni.

Sebagai gantinya, tim Indonesia membidik kejuaraan kualifikasi wajib di Meksiko yang dijadwalkan berlangsung tahun depan.

"Tahun depan kami harus mengikuti kejuaraan di Meksiko. Kejuaraan tersebut wajib diikuti karena menjadi salah satu syarat agar bisa tampil di Paralimpiade," jelasnya.

"Harapannya kami bisa memperbaiki peringkat dunia para atlet. Saat ini mbak Siti berada di peringkat keempat dan mbak Sriyanti di peringkat kelima. Jika peringkat mereka naik, posisi menuju Paralimpiade akan semakin aman," tutup Coni.

Selebrasi emosional ditunjukkan Abdul Hadi usai memastikan perak di nomor mixed team event. Ia mengungkapkan bahwa medali ini menjadi ajang penebusan dosa setelah sebelumnya gagal di nomor 49 kilogram putra akibat kondisi fisik yang kurang fit.

"Saya membayar utang yang kemarin. Kemarin kondisi saya tidak fit, jadi di sinilah saya membayarnya," kata Hadi.

"Terasa deg-degan juga tadi, tetapi emosionalnya ada. Kami bertiga dan tim tetap berdoa di dalam, tetap tenang. Alhamdulillah ini yang terbaik," tambahnya.

Sementara itu, Ni Nengah Widiasih menyoroti kemenangan bersejarah atas China di babak head-to-head.

"Kuncinya ada di head to head musuh China, di mana kita enggak ada sejarah bisa menang lawan China. Selain itu, ada faktor keberuntungan juga," ujar Widiasih.

Widiasih mengaku perjuangan di nomor ini sangat berat dan di luar ekspektasi seluruh tim.

"Yang pasti sangat bersyukur ya, karena perjuangan kami di mix team ini sangat berat. Kami pun tidak menyangka bisa dapat perak, karena perunggu pun berat banget bagi kami. Tadi tegang banget di belakang pas head-to-head sama China, Uzbekistan, dan Irak," jelasnya.

"Di angkatan terakhir kita saling berpegangan, semuanya sama-sama gugup di belakang. Tetapi kami bersyukur banget di hari terakhir ini bisa menutup dengan perak untuk tim powerlifting," pungkas Widiasih.***
×
Berita Terbaru Update