Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Seleksi Penerimaan Taruna Baru STMKG 2026, BMKG Utamakan Integritas dan Semangat Pengabdian

Sabtu, 07 November 2026 | November 07, 2026 WIB Last Updated 2026-11-07T14:54:14Z
Seleksi Penerimaan Taruna Baru STMKG 2026, BMKG Utamakan Integritas dan Semangat Pengabdian. (Sumber: BMKG)

Yogyakarta, The Indonesian Time - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan pentingnya integritas, karakter, dan semangat pengabdian bagi calon taruna dalam proses penerimaan taruna baru Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG) Tahun Akademik 2026/2027. Selain mempersiapkan calon sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, proses seleksi juga menjadi bagian penting untuk menjaring generasi muda yang siap mengabdi dan mendukung pelayanan BMKG bagi masyarakat di seluruh Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, saat memberikan sambutan dan arahan dalam rangkaian Penerimaan Taruna Baru (PTB) STMKG 2026 di Yogyakarta, Kamis (5/11/2026). Pada kesempatan tersebut, Faisal mengapresiasi para peserta yang berhasil mencapai tahap akhir seleksi setelah melalui sejumlah tahapan dan bersaing dengan ribuan pendaftar.

“Masuk ke sekolah kedinasan STMKG memang persaingannya termasuk yang paling tinggi di Indonesia. Tahun ini pendaftarnya mencapai 9.226 orang untuk memperebutkan kuota formasi 130 kursi. Saat ini, di Yogyakarta dan secara serentak di seluruh Indonesia, sedang berlangsung tahapan akhir seleksi, yaitu Tes Kebugaran dan Wawancara bagi 254 kandidat terbaik. Nantinya, sekitar 50 persen dari kalian akan diterima, sementara sebagian lainnya mungkin belum mendapat kesempatan tahun ini,” jelas Faisal dalam sambutannya.

Ia menyampaikan bahwa keberhasilan peserta mencapai tahap akhir merupakan pencapaian yang patut diapresiasi. Namun, salah satu aspek utama yang menjadi perhatian BMKG dalam proses penerimaan taruna adalah integritas. Menurutnya, kesempatan menempuh pendidikan di STMKG harus terbuka secara adil bagi seluruh putra-putri Indonesia tanpa memandang latar belakang keluarga maupun sosial ekonomi.

“Tidak ada sistem titipan di sini. Semua penerimaan ini dilakukan dengan sangat bersungguh-sungguh untuk memberi kesempatan yang adil bagi putra-putri terbaik dalam menempuh pendidikan di STMKG,” ungkap Faisal.

Lebih lanjut, Faisal menggambarkan tugas dan tanggung jawab yang menanti para calon taruna apabila nantinya diterima dan menyelesaikan pendidikan. Ia menyebutkan, saat ini BMKG memiliki 191 Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang tersebar di seluruh pelosok Tanah Air. Menurutnya, tugas BMKG tidak terbatas pada penyediaan informasi cuaca, iklim, dan gempa bumi maupun peringatan dini bencana.

Informasi dan layanan BMKG juga berperan dalam mendukung 12 sektor strategis pembangunan nasional, mulai dari transportasi, infrastruktur, sumber daya air, kesehatan, pariwisata, pertanian, perkebunan, kelautan, perikanan, hingga pertambangan.

Pada sektor pertanian, misalnya, informasi iklim BMKG dimanfaatkan untuk membantu petani menentukan waktu tanam, menyesuaikan varietas tanaman dengan kondisi iklim, serta memperkirakan ketersediaan air. Informasi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pengelolaan kegiatan pertanian guna mengurangi risiko gagal panen.

Dukungan BMKG juga menjangkau sektor peternakan. Faisal mencontohkan pemanfaatan informasi iklim oleh Stasiun Klimatologi di Karangasem, Bali, untuk membantu peternak mengantisipasi penyakit surra pada hewan ternak, seperti sapi dan kuda, yang risikonya dapat dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Informasi tersebut diharapkan membantu peternak melakukan langkah antisipasi guna menjaga kesehatan ternak dan keberlangsungan usaha mereka.

Melalui berbagai contoh tersebut, Faisal mengingatkan bahwa profesi di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika memiliki kontribusi langsung terhadap kehidupan masyarakat. Karena itu, calon taruna perlu memahami bahwa pendidikan di STMKG bukan sekadar kesempatan untuk memperoleh gelar atau pekerjaan, melainkan juga jalan untuk menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

Ia pun mengimbau peserta agar mengikuti tahapan wawancara dengan tenang dan menunjukkan karakter serta potensi diri secara apa adanya. Dalam tahap tersebut, pewawancara akan menggali kepribadian, pola pikir, gagasan, pengalaman, serta motivasi peserta untuk mengabdi.

“Tunjukkan potensi terbaik Anda. Mintalah doa restu dari orang tua, saudara, dan keluarga di rumah. Selama ini, perjuangan Anda hingga mencapai tahap ini pasti tidak lepas dari doa-doa mereka yang menginginkan masa depan terbaik bagi Anda,” pungkasnya.

Rangkaian Tes Kebugaran dan Wawancara menjadi tahapan akhir dalam proses seleksi penerimaan taruna STMKG Tahun Akademik 2026/2027. Pada setiap tahapan panita seleksi tidak hanya menilai kesiapan fisik dan kemampuan calon taruna, tetapi juga menggali karakter, pola pikir, pengalaman, serta motivasi mereka untuk menempuh pendidikan kedinasan dan menjalankan tugas pengabdian.

Melalui proses seleksi yang mengedepankan integritas dan penilaian menyeluruh terhadap calon taruna, BMKG berharap dapat menjaring generasi muda yang memiliki kompetensi, karakter, serta komitmen pengabdian. Mereka diharapkan kelak mampu mendukung penyelenggaraan layanan meteorologi, klimatologi, dan geofisika yang bermanfaat bagi masyarakat di seluruh Indonesia.***
×
Berita Terbaru Update