Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Nyalakan Semangat Integritas Lewat Kampanye Antikorupsi KPK 2026

Jumat, 27 Maret 2026 | Maret 27, 2026 WIB Last Updated 2026-03-27T15:13:08Z
Nyalakan Semangat Integritas Lewat Kampanye Antikorupsi KPK 2026. (Sumber: KPK)

Jakarta, The Indonesian Time - Tahun 2026 menjadi langkah baru bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk semakin dekat dengan masyarakat. Setelah perjalanan panjang berbagai program kampanye antikorupsi sejak 2018, KPK melalui Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi (Soskam) kembali menyalakan semangat integritas dengan cara yang lebih hangat, kreatif, dan membumi.

Bagi KPK, integritas tidak tumbuh dari ruang kosong, melainkan hidup dalam interaksi, seni, ruang publik, tawa, cerita, panggung budaya, bahkan denting langkah perjalanan panjang melintasi kota-kota di Indonesia.

Oleh karena itu, sepanjang tahun 2026, empat program utama akan kembali menjadi wajah kampanye KPK seperti Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi (JNBA), Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) 2026, Program BenarBenar, serta Pariwara Antikorupsi 2026.

“Empat program ini akan berjalan berdampingan, menyasar kelompok masyarakat, dan menanamkan pesan ‘Biasakan yang benar, jangan benarkan yang biasa’,” ungkap Direktur Soskam, Amir Arief.

Hidupkan Integritas Lewat Suasana ‘Pasar Malam’

JNBA bukan sekadar roadshow, melainkan perjalanan spiritual tentang integritas yang bertemu masyarakatnya secara langsung. Pada tahun 2026, KPK akan melintasi 15 kota/kabupaten di NTB dan NTT, membawa pesan antikorupsi yang dibungkus dalam suasana “Pasar Malam”—sebuah konsep yang menghadirkan kehangatan ruang publik, tempat orang berkumpul, bercengkerama, dan belajar tanpa jarak.

Program JNBA kali ini akan menyasar 15 kota/kabupaten di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan konsep pasar malam. KPK melepaskan atribut birokrasi yang formal dan menggantinya dengan ruang dialog terbuka di alun-alun kota.

Berkaca pada kesuksesan JNBA di tahun-tahun sebelumnya, konsep ini akhirnya dibuat. Pasalnya, JNBA 2025 telah menjangkau 14 provinsi dan 73 kota/kabupaten dengan menempuh lebih dari 10.000 kilometer serta melibatkan hampir 500.000 masyarakat.

“JNBA adalah pengembangan dari 'Roadshow Bus Antikorupsi'." Sebanyak 1,4 juta masyarakat telah terpapar informasi nilai-nilai antikorupsi sepanjang program ini berlangsung,” ucap Amir.

Lewat kegiatan ini, masyarakat tidak sekadar menonton, tetapi turut merasakan langsung perjalanan spiritual tentang integritas. Selain itu, KPK tidak sekadar hadir sebagai institusi, melainkan mitra dialog, teman belajar, dan penggerak aksi. 

Melalui Tenda Edukasi, masyarakat diajak menghayati nilai-nilai integritas lewat film, kelas publik, dongeng, permainan, hingga diskusi bersama para penyuluh antikorupsi (PAKSI) daerah. KPK turut menyuguhkan pameran layanan publik seperti layanan kependudukan, kesehatan, perpajakan, kepolisian, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga imigrasi.

Lebih dalam lagi, JNBA membawa isu sensitif seperti Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Mataram ke dalam seminar “Jaga Alam.” Seminar ini menegaskan, korupsi merupakan musuh nyata bagi kelestarian tanah air.

ACFFEST 2026: Dari Lensa, Integritas Terjaga

Film selalu punya kekuatan berbeda, sebab ia tidak menggurui, melainkan mampu menggugah, tidak memaksa, serta mampu menyentuh. Oleh karena itu, ACFFEST menjadi salah satu wujud kampanye antikorupsi yang paling dicintai anak muda sejak 12 tahun silam.

Memasuki tahun ke-12, ACFFEST kembali hadir dengan tema "Dari Lensa, Integritas Terjaga". Program ini menjadi kanal bagi sineas muda di 12 provinsi untuk memotret realitas korupsi sehari-hari yang sering kali berada di wilayah ‘abu-abu.’

Puncaknya, Festival Film Antikorupsi di Yogyakarta pada November 2026 mendatang akan menjadi panggung bagi karya-karya fiksi maupun dokumenter, yang mampu menggugah nurani tanpa harus menggurui.

Diketahui, ACFFEST 2026 menghadirkan kompetisi film dalam berbagai kategori, yaitu Ide Cerita Film Pendek, Film Pendek Fiksi, Film Pendek Pelajar (SMP dan SMA), Film Pendek Vertikal Kementerian/Lembaga, hingga Kompetisi Regional Barat yang mengangkat isu sumber daya alam (SDA).

Selain kompetisi, KPK menggelar “Movie Day” di 12 provinsi dari Sumatera Utara (Sulut) hingga Sulawesi Barat (Sulbar). Di sini, film-film antikorupsi ditayangkan di ruang publik sekaligus terdapat diskusi dengan sineas lokal, komunitas film, hingga masyarakat umum.

ACFFEST tidak hanya hadir bagi para pembuat film, melainkan bagi masyarakat yang mencintai cerita dan kebenaran. Rangkaian workshop, webinar, dan mentorship juga membuka kesempatan bagi sineas pemula untuk belajar langsung dari pakar dan mitra strategis, seperti Balai Pelestarian Kebudayaan hingga berbagai pusat kebudayaan asing.

 

Antarkan Pesan Integritas Lewat Bahasa Anak Muda 

Menyasar generasi Z dan milenial berusia 17–35 tahun, KPK kembali menggelar BenarBenar. Program ini memecah kejenuhan komunikasi publik melalui teater musikal bertema integritas dan kompetisi Stand-Up comedy bertajuk “Operasi Tangkap Tawa (OTT).”

Melalui tawa dan melodi, KPK ingin membuktikan bahwa bicara jujur dapat dilakukan dengan menyenangkan, namun tetap menyentuh esensi literasi korupsi di dunia usaha. Hal ini menjadi bukti bahwa bicara integritas tidak harus kaku, melainkan lewat nyanyian, candaan, hingga cerita yang menyentuh.

Dimulai dari Benar-Benar Teater Musikal—pertunjukan musikal bertema antikorupsi yang akan dipentaskan dua kali pada momentum Hari Sumpah Pemuda. Selain pertunjukan, KPK akan menerbitkan buku skenario dan fiksi, album lagu, serta rekaman video guna kegiatan aktivasi berikutnya.

Selain itu, ada BenarBenar Podcast yang terdiri dari lima episode dengan menghadirkan narasumber inspiratif, mulai dari komedian, akademisi, kreator, hingga publik figur. Ke depan, tiga sesi live podcast akan berlangsung di Medan, Samarinda, dan Makassar dengan mengajak masyarakat berdialog langsung.

Sementara itu, BenarBenar Komika merupakan sebuah kompetisi standup comedy bertema antikorupsi, lengkap dengan bootcamp, grand final, buku kumpulan bit komedi, dan puluhan konten digital para peserta. Adapun pesannya kuat: tawa adalah jalan masuk efektif untuk bicara tentang isu-isu berat.

Sementara itu, BenarBenar Literasi menghadirkan dua buku bertema “Jejak Korupsi.” Buku ini mendalami isu korupsi di dunia usaha serta bekerja sama dengan lima mitra guna memperluas literasi integritas.

Yang terakhir, BenarBenar Aksi merupakan aksi kolaboratif bersama komunitas masyarakat, mitra strategis, dan kreator guna membangun kampanye antikorupsi yang terasa nyata di masyarakat.

Motor Penggerak Perubahan Pemerintahan

Di sisi birokrasi, KPK tidak membiarkan pemerintah daerah berjalan sendirian. Melalui Pariwara Antikorupsi 2026, KPK bersama Pemda memproduksi kampanye terkait pencegahan pungutan liar, suap, hingga penyalahgunaan fasilitas dinas.

Program ini bertujuan membangun ekosistem kompetisi positif antardaerah dalam menciptakan iklan layanan publik yang berdampak nyata melalui media cetak, digital, videotron, hingga on-ground activation. Pada puncak program ini, akan ada penganugerahan pada bulan November 2026 mendatang.

Sebelumnya, jika sejumlah program KPK menyasar masyarakat luas, kali ini, Pariwara Antikorupsi hadir dengan fokus pada garda terdepan pelayanan publik, yaitu pemerintah daerah. Program ini dirancang agar pesan antikorupsi bisa mengalir melalui kanal resmi pemda ke masyarakat yang paling membutuhkan.

Program ini menyuguhkan sesi konsultasi, workshop, webinar, hingga panduan teknis bagi pemda untuk menyusun kampanye kreatif namun sesuai pedoman integritas. Peserta wajib memproduksi materi kampanye asli, memodifikasi materi KPK, serta memastikan akurasi dan etika pesan.

Adapun kampanye antikorupsi ini bukan sekadar agenda kerja KPK, melainkan undangan untuk bergerak bersama. KPK berharap, masyarakat dapat menyadari bahwa pemberantasan korupsi bukan hanya tugas aparat penegak hukum, namun tugas bersama sebagai bangsa.

“Melalui JNBA, KPK hadir di tengah masyarakat. Melalui ACFFEST, KPK berbicara lewat cerita. Melalui BenarBenar, KPK menggugah generasi muda. Melalui Pariwara, KPK memperkuat garda pelayan publik,” pungkas Amin.***
×
Berita Terbaru Update