Penuhi Hak Pendidikan Warga Binaan, Rutan Donggala Gandeng PKBM Nosarara Nosabatutu. (Sumber: Ditjenpas)
Sulawesi Tengah, The Indonesian Time - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Donggala terus menunjukkan komitmen nyata dalam memenuhi hak dasar Warga Binaann. Pada Senin (18/5), Rutan Donggala resmi sepakati Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Nosarara Nosabatutu yang berfokus pada “Penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan dan Keaksaraan bagi Warga Binaann Rutan Donggala melalui Program Pendidikan Nonformal”.
Penandatanganan PKS ini merupakan sinergi ini menjadi ujung tombak dalam implementasi poin penyelenggaraan pendidikan kesetaraan bagi Narapidana dan Anak Binaan. Melalui program ini, para Warga Binaan akan difasilitasi untuk mengikuti pengentasan buta aksara dan program kejar paket secara terstruktur
Kepala Rutan Donggala, Rusli Suryadi, menegaskan pemenuhan hak pendidikan bagi Warga Binaan adalah prioritas yang harus diwujudkan dengan penuh tanggung jawab.
"Pendidikan adalah hak dasar yang tidak boleh terputus meskipun mereka sedang menjalani masa pidana di Rutan. Kami berharap ilmu dan ijazah kesetaraan yang didapatkan nanti menjadi bekal nyata agar mereka siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang jauh lebih baik," harapnya.
Menyambut baik sinergi ini, Ketua PKBM Nosarara Nosabatutu, Mukhlis. menyampaikan apresiasi dan komitmen untuk menyukseskan program pendidikan di Rutan.
"Pendidikan adalah jembatan menuju masa depan yang lebih cerah bagi siapa saja tanpa terkecuali. Kami siap memberikan pendampingan dan pengajaran yang maksimal, baik untuk program keaksaraan maupun kejar paket. Harapan kami, saudara-saudara kita di sini tidak hanya sekadar memperoleh ijazah kesetaraan secara legal formal, tetapi juga sungguh-sungguh mendapatkan ilmu bermanfaat sebagai modal berharga saat mereka kembali berkarya di masyarakat nanti," tuturnya.
Langkah strategis Rutan Donggala ini sangat selaras dengan instruksi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan. Ia terus mendorong pembentukan dan kerja sama dengan PKBM di lingkungan Rutan maupun Lapas agar pembinaan tidak hanya berorientasi pada aspek pengamanan, tetapi juga pada pembangunan kapasitas intelektual.
"Pemasyarakatan harus memastikan bahwa setiap Warga Binaan tetap memiliki akses terhadap pendidikan. Pendidikan adalah kunci perubahan dan fondasi utama agar mereka siap kembali ke masyarakat dengan bekal pengetahuan dan keterampilan. Dengan adanya peran PKBM, proses pembelajaran menjadi lebih tertata, legal, dan memastikan hak pendidikan Warga Binaan benar-benar terlaksana dengan baik,” terang Bagus.
Kegiatan ditutup dengan sesi penyerahan dokumen PKS antara Rutan Donggala, perwakilan PKBM Nosarara Nosabatutu. PKS ini diharapkan menjadi bekal kuat bagi Warga Binaan untuk terus belajar dan memperbaiki kualitas diri.***
