Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Perpusnas Bersama IPI Dorong Standar Pelatihan Pustakawan

Selasa, 23 Juni 2026 | Juni 23, 2026 WIB Last Updated 2026-06-23T14:33:28Z
Perpusnas Bersama IPI Dorong Standar Pelatihan Pustakawan. (Sumber: Perpusnas)

Jakarta, The Indonesian Time - Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) bersama Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) memperkuat sinergi pengembangan kompetensi tenaga perpustakaan melalui kegiatan Sosialisasi dan Koordinasi Program Pelatihan Bidang Perpustakaan.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan program pelatihan pustakawan semakin adaptif terhadap perkembangan kebutuhan layanan informasi, transformasi digital, dan tuntutan profesionalisme di bidang perpustakaan.

Kegiatan yang digelar daring, Selasa (23/6/2026) membahas empat pokok utama yakni kebijakan pengembangan kompetensi tenaga perpustakaan, program dan kurikulum pelatihan bidang perpustakaan, standar mutu penyelenggaraan pelatihan, serta akreditasi program pelatihan bidang perpustakaan.

Ketua Umum Pengurus Pusat IPI sekaligus Sekretaris Utama Perpusnas, Joko Santoso menegaskan bahwa pustakawan memiliki peran yang semakin strategis di tengah meningkatnya kebutuhan layanan informasi masyarakat.

“Pustakawan di era disrupsi dituntut untuk meningkatkan kompetensi teknis kepustakawanan, literasi digital, layanan berbasis kebutuhan pemustaka, pengelolaan pengetahuan, komunikasi publik, advokasi literasi, dan kemampuan berjejaring dengan berbagai pemangku kepentingan,” ujarnya.

Joko menambahkan, pengembangan kompetensi pustakawan harus ditopang oleh kurikulum pelatihan yang sesuai standar mutu serta dilaksanakan melalui koordinasi yang kuat antara pusat dan daerah.

Dalam hal ini, IPI diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi antara pustakawan di daerah dengan Perpusnas, sekaligus membantu menyosialisasikan kebijakan, program, standar mutu, dan akreditasi pelatihan bidang perpustakaan.

“Kualitas perpustakaan ditentukan oleh kualitas pustakawan,” tegasnya.

Senada dengan itu, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Perpusnas, Triani Rahmawati mengatakan bahwa IPI merupakan mitra strategis Perpusnas dalam membangun pemahaman bersama mengenai arah kebijakan pengembangan kompetensi tenaga perpustakaan. 

Menurutnya, tantangan yang dihadapi pustakawan saat ini semakin kompleks sehingga penguatan kompetensi perlu dilakukan secara kolaboratif agar pelatihan yang diselenggarakan benar-benar bermutu dan berdampak.

“Kita ingin menggandeng banyak tangan untuk mencapai standar kebijakan dan kebutuhan yang diperlukan dalam menyiapkan tenaga profesional di perpustakaan melalui pelatihan yang kita miliki,” ucap Triani.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah narasumber dari Perpusnas juga memaparkan sejumlah materi terkait pengembangan kompetensi tenaga perpustakaan. Widyaiswara Ahli Madya, Ahmad Muslim menjelaskan program dan kurikulum pelatihan bidang perpustakaan yang saat ini mencakup 20 jenis pelatihan sesuai kebutuhan.

Sementara itu, Pustakawan Ahli Madya, Sri Palupi dan Widyaiswara Ahli Pertama, Maharani Lelasari memaparkan standar mutu penyelenggaraan program pelatihan serta instrumen penjaminan mutu sebagai langkah awal menciptakan pelatihan yang berkualitas.

Adapun Pustakawan Ahli Muda, Heri Iman Santoso menjelaskan mekanisme akreditasi program pelatihan bidang perpustakaan. Menurutnya, akreditasi menjadi jaminan bahwa penyelenggaraan pelatihan dilakukan secara kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan. 

“Kami membuka ruang konsultasi sebelum melakukan permohonan akreditasi supaya persiapannya benar-benar sempurna,” pungkasnya.***
×
Berita Terbaru Update