Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dorong Transformasi BMN, Setjen DPR Sukseskan Aplikasi SATRIA dan Sensus Data

Selasa, 13 Oktober 2026 | Oktober 13, 2026 WIB Last Updated 2026-10-14T17:55:42Z
Pelaksana Tugas (Plt.) Sekjen DPR RI Suprihartini menghadiri kegiatan sosialisasi aplikasi SATRIA yang diselenggarakan oleh Biro Hukum dan Pengelolaan Keuangan di Gedung Nusantara II, DPR RI, Jakarta. (Sumber: DPR RI)

Jakarta, The Indonesian Time - Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI Suprihartini menegaskan pentingnya komitmen bersama seluruh pimpinan unit kerja melakukan transformasi tata kelola Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI. Pengelolaan aset negara dinilai bukan semata-mata tanggung jawab unit pengelola BMN, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh pimpinan unit.

"Kami sangat mengapresiasi peluncuran aplikasi SATRIA ini sebagai bagian dari transformasi tata kelola pengelolaan BMN. Ini adalah upaya kita untuk menata kembali BMN yang ada di seluruh unit kerja di lingkungan Setjen DPR RI," ujar Suprihartini usai menghadiri kegiatan sosialisasi aplikasi SATRIA (Strategic Asset Management) yang diselenggarakan oleh Biro Hukum dan Pengelolaan Keuangan di Gedung Nusantara II, DPR RI, Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Suprihartini menyampaikan tiga poin utama yang menjadi penekanan bagi seluruh jajaran di lingkungan Setjen DPR RI. Pertama, ia meminta komitmen para pimpinan unit untuk secara aktif melakukan pemutakhiran data serta memeriksa kembali keberadaan BMN di lingkungan kerja masing-masing.

Kedua, ia mendorong tumbuhnya budaya sadar aset, di mana seluruh pegawai menyadari bahwa menjaga dan mendata BMN dengan tepat merupakan tanggung jawab bersama. Bersamaan dengan itu, Setjen DPR RI juga bakal menggelar kegiatan sensus BMN di seluruh unit untuk memverifikasi kesesuaian antara pencatatan administratif dengan kondisi fisik di lapangan.

"Kadang-kadang kita lihat dalam catatan administrasi barangnya ada, tetapi secara fisik tidak ada. Melalui sensus BMN ini, kita ingin mensinkronkan antara data yang tercatat dengan data fisik yang ada di lapangan. Saya berharap seluruh pimpinan unit dapat mensukseskan agenda sensus ini," tegasnya.

Ketiga, Suprihartini berpesan agar aplikasi SATRIA tidak sekadar diluncurkan secara seremonial, tetapi benar-benar dimanfaatkan dan diberdayakan secara maksimal oleh seluruh unit kerja. Ke depan, ia juga berharap aplikasi SATRIA dapat terus dikembangkan hingga terintegrasi langsung dengan sistem pengelolaan BMN yang ada di Kementerian Keuangan.***
×
Berita Terbaru Update