Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bangun Kemandirian Teknologi dari Model hingga Infrastruktur, Indonesia Siapkan Sovereign AI

Kamis, 23 Juli 2026 | Juli 23, 2026 WIB Last Updated 2026-07-23T10:42:08Z
Bangun Kemandirian Teknologi dari Model hingga Infrastruktur, Indonesia Siapkan Sovereign AI. (Sumber: Kemenkomdigi)

Jakarta, The Indonesian Time - Indonesia mulai menyiapkan fondasi kemandirian kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) melalui pengembangan ekosistem AI nasional yang mencakup model AI lokal, infrastruktur komputasi, serta penguatan talenta digital.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menilai penguasaan AI ke depan tidak hanya berkaitan dengan inovasi teknologi, tetapi juga menjadi bagian dari posisi strategis sebuah negara dalam rantai pasok teknologi global.

Ia mengungkap bahwa di tengah dinamika geopolitik global, semakin banyak negara yang berupaya membangun sovereign AI agar tidak bergantung pada negara-negara besar dalam penguasaan teknologi AI.

“Negara-negara yang di tengah, di middle power ini, mencoba mempromosikan sovereign AI karena pada akhirnya penguasaan teknologi AI ini akan jadi choke point buat negara-negara yang besar ini untuk menjaga dominasi mereka,” jelasnya dalam pertemuan dengan Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Rabu (22/07/2026).

Wamen Nezar menggarisbawahi pembangunan sovereign AI harus dilakukan secara utuh atau full stack dengan mencakup lapisan infrastruktur dasar, seperti listrik, air, GPU, chips, platform, hingga aplikasi.

Ia menegaskan Indonesia memiliki talenta digital yang mampu bersaing di tingkat global.

Maka dari itu, mereka harus diberikan kesempatan untuk mengembangkan bakat mereka melalui penyediaan akses terhadap infrastruktur AI serta pengetahuan teknis yang diperlukan.

“Kalau soal digital talent tidak masalah sepanjang anak-anak muda dan talent-talent kita dapat kesempatan. Mereka bisa mengakses infrastruktur AI, terus ada ilmunya, dan kreativitas serta inovasi-inovasi. Saya yakin di bidang compute cluster itu kita bisa bersaing,” imbuhnya.

Selain talenta digital, Wamen Nezar juga menilai Indonesia memiliki keunggulan strategis berupa sumber daya mineral kritis yang menjadi bahan baku industri AI dan semikonduktor.

Menurutnya, diperlukan langkah-langkah untuk memanfaatkan mineral tersebut agar dapat memperkuat daya tawar serta posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

“Kita punya sumber daya alam yang sekarang sedang diperebutkan untuk infrastruktur AI, yaitu critical minerals, sehingga harus ada langkah-langkah bagaimana dia bisa kita secure agar menjadi salah satu bargaining power kita di dalam global supply chain,” tandasnya.***
×
Berita Terbaru Update